Home / Kabar Kampung / Penelitian Kayu Energi Oleh Fahutan Unmul, Samarinda Berakhir

Penelitian Kayu Energi Oleh Fahutan Unmul, Samarinda Berakhir

Kabar Merabu (30/08/19)

 

Sejak tanggal 9 – 30 Agustus 2019, bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Alama Nusantara / The Nature Consdervancy, sebanyak 6 orang mahasiswa dari Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman melaksanakan penelitian kayu energi dengan fokus pada jenis Kayu Laban di kawasan hutan yang ada di sekitar Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui besaran potensi Kayu Leban yang banyak tersebar di Kampung Merabu, khususnya pada areal yang berada di belakang kawasan PLTS Komunal Merabu hingga ke jalur trekking menuju ke Kawasan Cagar Budaya Gua Beloyot, tepatnya disekitaran Sungai Bu.

Arif, koordinator mahasiswa peneliti tersebut menjelaskan bahwa dalam penelitian tersebut, mereka membagi area penelitian menjadi dua bagian dengan system polygon tertutup, yaitu polygon pertama seluas 31 hektar dan polygon kedua seluas 66 hektar.

Sebagai tindak lanjut, semua hasil penelitian tersebut akan dianalisa sekembalinya mereka ke kampusnya, untuk mengetahui potensi pengembangan lanjutan dari total luasan potensi kayu energi tersebut, lanjut Arif.

Pada penelitian tersebut, para mahasiswa peneliti tersebut juga melakukan pengambilan sampel beberapa jenis tumbuhan obat-obatan yang biasa digunakan untuk pengobatan tradisional oleh masyarakat Suku Dayak Lebo di Kampung Merabu untuk dilakukan pengujian lanjutan di Laboratorium Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman.

Kepala Kampung Merabu, Agustinus Karna pada kesempatan terpisah menyampaikan dukungan kepada para mahasiswa Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman yang melaksanakan penelitian potensi kayu energi tersebut dan berharap agar penelitian tersebut bisa memberikan dampak dan manfaat positif baik bagi masyarakat maupun bagi kampung Merabu.

Sementara itu, seusai berkemas para mahasiswa peneliti tersebut meninggalkan Kampung Merabu pada hari Sabtu (31/08/19) bersama salah satu orang pendamping dari YKAN / TNC Indonesia untuk kembali ke Samarinda dan mereka dilepas oleh beberapa orang tokoh warga Merabu, diantaranya Bapak Asrai, Ketua LPHD Kerima Puri dan Bapak Franly Oley, mantan Kepala Kampung Merabu, sedangkan Kepala Kampung Merabu, Agustinus Karna sedang berhalangan karena mengikuti Pelatihan Leadership para Kepala Kampung se-Kabupaten Berau di Jakarta.

Sebelum meninggalkan Kampung Merabu, para mahasiswa tersebut juga menyempatkan untuk berkunjung ke beberapa destinasi wisata yang telah mendunia di Merabu, diantaranya ke Gua Prasejarah Beloyot, Danau Nyadeng, sebuah danau di tengah rimba yang terbentuk karena adanya gua vertikal serta puncak Karst Ketepu untuk melihat dari dekat Gugusan Karst Merabu yang menjadi bagian dari Gugusan Karst Sangkulirang Mangkalihat dan terakhir mereka juga berkunjung ke Kawasan Gua Sedepan Bu yang terdapat sungai bawah tanah dan saat ini sedang kering akibat kemarau.

Selanjutnya, para mahasiswa peneliti tersebut akan segera mempersiapkan laporan hasil penelitian mereka selama di Kampung Merabu dan semua laporan tersebut akan diserahkan kepada Fakultas Kehutanan Unmul dan diharapkan juga hasilnya dapat disampaikan kepada Pemerintah Kampung Merabu (adm).

Check Also

Test Posting

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore …

Open chat
1
Hello... Apa yang dapat kami bantu
Powered by