Home / Kabar Kampung / Peluncuran Green Growth Compact untuk Kaltim Hijau

Peluncuran Green Growth Compact untuk Kaltim Hijau

unknown-10

Jakarta, 26 September 2016 di Hotel Shangri-La, Kampung Merabu yang diwakili oleh Kepala Kampung Franly Aprilano Oley mengikuti peluncuran GGC yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalimantan Timur.

Kegiatan yang didukung oleh The Nature Conservancy ini adalah yang pertama di Indonesia dimana adanya kesepahaman antara para pihak baik pihak pemerintah, LSM, dan Swasta dalam Pembangunan Hijau di Kalimantan Timur yang dituangkan dalam suatu kesepakatan Pembangunan Hijau.

Meteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam kegiatan ini sangat mengapresiasi para pihak yang dengan berani mengambil langkah ini untuk Pembangunan Hijau yang digagas oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. ”

Siti Nurbaya dalam sambutannya menyatakan ada tiga hal penting berkaitan denganGreen Growth Compact(GGC). Pertama berkaitan dengan konteks, kedua berkaitan dengan konten, dan terakhir koherensinya dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ungkap Menteri LHK, dalam keterangannya.

Pada sisi konteks, GGC ini dapat menginspirasi Indonesia dari Kalimantan Timur.Best practice yang sudah dilakukan oleh Kalimantan Timur dapat memberikan kontribusi yang baik bagi daerah-daerah lain dalam konteks pembangunan hijau.

Sementara itu, pada sisi konten GGC ini tentunya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hijau seperti green technology, new engine for growth, low carbon untuk penggunaan fossil fuel, meningkatkan carbon sink, dan bahkan pada praktek-praktek green life style perhutanan sosial.kutipan

Kampung Merabu juga menjadi sala satu tolak ukur dalam pembangunan hijau di Kalimantan Timur khususnya di Kabupaten Berau. dalam Paparannya Kepala Kampung Franly Oley menyampaikan bagaimana Kampung Merabu melakukan pembangunan hijau. “Melalui Aplikasi SIGAP yang dikembangkan oleh TNC kita dapat melakukan pembangunan tanpa merusak sumber daya alam yang ada. Dengan Aplikasi ini kami diajarkan untuk mengenal terlebih dahulu kondisi bumi saat ini sehingga kami dapat melakukan perencanaan pembangunan yang seimbang dengan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.” Tuturnya.

Check Also

Packard Foundation & CLUA Kunjungi Kampung Merabu

Pada tanggal 4 – 6 Pebruari 2020, sebanyak 7 orang tamu yang berasal dari Indonesia …

Open chat
1
Hello... Apa yang dapat kami bantu
Powered by