Home / Produk Desa / Masyarakat Kembangkan Agrosilvopastural di Kampung Merabu

Masyarakat Kembangkan Agrosilvopastural di Kampung Merabu

Kabar Merabu

 

Sejak tahun 2014, pada masa kepemimpinan Franley Oley yang menjabat sebagai Kepala Kampung, Merabu mendapatkan hak pengelolaan atas kawasan hutan desa seluas 8.245 hektar dan dalam perjalanannya, pada tepi wilayah Hutan Desa, telah dikembangkan sebuah program Agrosilvopastural yang di masa depan diharapkan dapat menjadi sebuah kawasan pertanian terpadu yang akan menjadi pusat belajar masyarakat dalam kegiatan pertanian dan peternakan.

Pada tahun 2017 hingga semester pertama tahun 2019, telah dikembangkan beberapa jenis tanaman sayuran yang hasilnya dijual di Kampung Merabu dan sejak tahun 2016 juga telah dimulai program pengembangan ternak sapi di dalam kawasan seluas 25 hektar.

Beragam program yang dikembangkan di Kampung Merabu tersebut selain sebagai ujicoba sekaligus sebagai wahana untuk membangun proses pembelajaran bagi warga Merabu yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari hasil hutan.

Pada tahun 2018 dibawah pimpinan Pak Agustinus Karna (Kepala Kampung Merabu yang baru) dilakukan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk mendorong upaya pembangunan ekonomi masyarakat melalui Badan usaha Milik Kampung (BUMKAM) yang diawali dengan pembenahan BUMKAM Kerima Puri yang terdiri dari 5 unit usaha, antara lain Unit Usaha Rima Wisata Puri yang mengelola kawasan ekowisata di Kampung, Unit Usaha Sinang Puri yang mengelola PLTS Komunal, Danum Puri (air minum isi ulang), SPBU Mini Puri (BBM) dan Lemu Puri (peternakan sapi).

Pada tahun 2017, Pemerintah Kampung Merabu melakukan penyertaan modal kepada BUMKAM Kerima Puri (pada Unit Usaha Lemu Puri) sebesar Rp. 162 juta yang diperuntukan bagi kegiatan penggemukan ternak sapi yang bekerjasama dengan pihak ketiga dan kegiatan tersebut menunjukan perkembangan yang cukup baik dimana pada tahun 2018 berhasil mencatat keuntungan dan kemudian dilanjutkan dengan kerjasama tahap kedua dan pada tahun 2019 mencatatkan transaksi sebesar Rp. 237 juta, sementara menjelang Hari Raya Idul Adha, Unit Usaha Lemu Puri juga berhasil mencatatkan transaksi sebesar Rp. 26.5 juta dari penjualan ternak sapi.

Selama periode kerjasama tersebut, BUMKAM Kerima Puri juga mendapatkan kerjasama untuk mengelola dana hibah yang bersumber dari Grant TNC yang diperuntukan bagi kegiatan Agrosilvipastural dengan focus pada pengembangan kandang ternak penggemukan sapi serta penambahan areal tanam hijauan makanan ternak (HMT).

Kompleks Agrosilvopastural Merabu seluas 25 hektar selain untuk kegiatan pertanian dan peternakan, juga didalamnya telah dibangun sebanyak 3 unit rumah untuk penginapan (Merabu Lodge) yang diperuntukan bagi para wisatawan yang datang ke Kampung Merabu. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan beberapa Lodge tambahan serta dapur dan resto serta ruang pertemuan yang di masa mendatang diharapkan dapat menjadi pusat belajar masyarakat dalam sebuah kawasan terpadu (adm).

About admindesa

Check Also

Merabu dalam Berita

http://haipb.ipb.ac.id/almamater/miliki-puluhan-goa-jadi-laboratorium-alam Related

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Hello... Apa yang dapat kami bantu
Powered by